2.1
Penginderaan Jauh
Sutanto (2013) mengemukaan penginderaan jauh merupakan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni perolehan informasi objek di permukaan bumi melalui hasil
rekamannya. Didalam penginderaan jauh melekat tiga hal yang esensial, yaitu (1)
yang dikaji bukan obyek asli melainkan hasil rekamannya, (2) menggunakan sensor
penginderaan jauh yang selanjutnya disebut sensor, dan (3) perekaman obyek
dilakukan dengan suatu jarak (sensor tidak menempel pada obyek yang dikaji).
Penggunaan
penginderaan jauh semakin meningkat. Sutanto (1986)
mengemukaan peningkatan penggunaan penginderaan jauh dilandasi alasan,
yaitu:
1)
Citra menggambarkan obyek, daerah, dan gejala di
permukkaan bumi dengan: (a) ujud dan letak obyek yang mirip ujud dan letaknya
di permukaan bumi, (b) relative lengkap, (c)
meliput daerah luas, dan (d) permanen.
2)
Dari data citra tertentu dapat ditimbulkan
gambaran tiga dimensional apabila pengamatannya dilakukan denganalat yang
disebut stereoskop.
3)
Karakteristi obyek yang tidak tampak dapat
diujudkan dalam bentuk citra sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya.
4)
Citra dapat dibuat secara cepat meskipun untuk
daerah yang sulit dijelajahi secara terestris.
5)
Merupakan salah satu cara tercepat dalam
memetakan daerah bencana.
6)
Citra sering dibuat dengan periode ulang yang
pendek.
2.3.1 Sistem Penginderaan Jauh
Sistem Penginderaan
jauh merupakan serangkaian komponen yang digunakan untuk penginderaan jauh. Rangkaian komponen itu berupa tenaga, atmosfer,obyek, sensor,
data dan penggunaan data.
1)
Tenaga, dalam penginderaan jauh dikenal sumber tenaga
alamiah dan sumber tenaga buatan. Tenaga ini mengenai obyek dipermukaan bumi
yang kemudian dipantulkan ke sensor atau juga dapat tenaga dari obyek yang
dipancarkan ke sensor.
2)
Atmosfer, membatasi bagian
spectrum elektromagnetik yang dapat digunakandalam penginderaan jauh.Pengaruh
atmosfer merupakan fungsi panjang gelombang.
3)
Interaksi antara tenaga dan obyek, tiap obyek
memiliki karakteristik tertentu dalam memantulkan atau memancarkan tenaga ke
sensor. Pengenalan obyek
pada dasarnya dilakukan menyidik karakteristik spektral obyek yang tergambar pada
citra.
4)
Sensor, tenaga yang datang dari obyek di
permukaan bumi diterima dan direkam oleh sensor. Tiap sensor mempunyai kepekaan
tersendiri terhadap bagian spektrum elektro
magnetik. Kemampuan sensor untuk menyajikan gambar obyek terkecil disebut
resolusi spasial. Semakin kecil obyek yang dapat direkam oleh sensor, semakin
baik kualitas sensornya.
5)
Perolehan data,
perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual yakni dengan
interpretasi visual, dan cara digital atau cara numeric yaitu dengan
menggunakan computer.
6)
Pengguna data, keberhasilan aplikasi penginderaan jauh
terletak pada dapat diterima atau tidaknya hasil penginderaan jauh oleh
pengguna data.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar