Rabu, 28 Desember 2011

BANYAK TEMPAT BERSEJARAH TAPI BELUM ADA PERENCANAAN SPASIAL ALUR SEJARAH

KONSEP SPASIAL ALUR
Perencanaan Sejarah-----------> Identifikasi Alur Sejarah------>Penetapan Jalur Wisata

Pengembangan pariwisata sebagai suatu tujuan memberikan suatu makna dan pembelajaran wisata sejarah yang akan terbawa dan larut dalam waktu seperti kejadian asli terjadinya peristiwa. Terinspirasi Spasial, bagaimana mengidentikkan perencanaan spasial dan inovatifkan perubahan perencanaan WISATA SEJARAH

LANDMARK HARUSNYA MEMILIKI NILAI KEARIFAN LOKAL

Landmark sebgai tetenger suatu tempat.
Landmark dalam dunia perencanaan TATA RUANG dalam tata bangunan,,menurut saya adalah tetenger temporal... Tak bisa dijadikan sebagai icon /tetenger yang sifatnya suatainable.

"Landmark Sustainable kata ku adalah harus memiliki suatu historis dan memiliki suatu kearifan lokal"
Bayangkan kemudahan penentu kita namakan landmark, tau tau nanti akan banyak orang berlomba-2 menjadikan tetenger merekalah yang akan diakui dan yang lain akan terakusisi.
Saatnya kita perbaharui dan kita temukan historis kawasan perencanaan kita,,,kita punya jati diri...kita punya perbedaan...akan sangat arif menjadikan historis sebagai 
LANDMARK SUATU KAWASAN SEJATI.


"INTEGRASI HULU-HILIR " TO IDENTIFY ISU,PERMASALAHAN,POTENSI MENUJU SUSTAINABLE DEVELOPMENT

Kacamata analis dalam menentukan permasalahan ataupun potensi suatu wilayah perencanaan, yang bisa menjadi main untuk menjadikan pengembangan ke arah lebih baik dan memiliki makna.. Penentuan suatu permasalahan yang kompleks tentu tak akan bisa serta merta menunjuk dan memasukkan list hasil survey di lapangan menjadi potensi dan permasalahan.. Jika kita berpedoman dan berfikir jauh kedepan untuk dunia perencanaan, maka sebagai pertimbangan dan forcasting jauh ke depan (jangka waktu perencanaan) harus melihat kompleksitas permasalahan dengan penyelesaian PLANNING "ONE SOLUTION" dalam bingkai Hulu-Hilir terselesaikan.

Sudah saatnya, bukan lagi sektoral-sektoral cara pandang "SOLUTION", banyaknya solusi sektoral memicu masalah duplikasi dan benturan kepentingan solusi untuk perencanaan...

" wujud kongkrit dan tertibnya suatu perencanaan yang dibuat, akan dapat dipandang dan lihat oleh publik sebagai  hasil capain yang berwujud dari suatu perencanaan"
Sekali lagi tujuan utama dalam perencanaan yang baik adalah mampu memberikan  " MAKNA".tentu MAKNA yang kearah positif dan lebih baik.Cepat change arah gerak anda saat terjadi pelencengan yang hanya akan mematikan MAIN-MAKNA suksesornya TUJUAN PERENCANAAN ANDA.

Selasa, 27 Desember 2011

MENDIRIKAN SUATU PERUSAHAAN ???----------------------------->GO A HEAD For Tata Ruang

Mendirikan suatu perusahaan merupakan suatu impian atau angan-angan jauh dalam buku-bukuan.
Dalam perjalanan 25 tahun, Ku belum bisa menggambarkan

PERUSAHAAN ITU KOYOK OPO?
YA APA YA CARAE GAWE PERUSAHAAN?
SEPERTINYA GAWE PERUSAAHAAN BELUM ADA DAN BELUM PERNAH TERTULIS ATAUPUN TERDIDIKKAN BUATKU SELAMA INI?

Apa memang sutu perusahaan besar yang ada dan berdiri sekarang, kita hanya jadi boneka orderan datang untuk kita KERJA?..Perusahaan seperti identik Untuk Orang Besar.

TETAPI..
TAK USAH MENDISKRITKAN DAN MENGECILKAN Nyali Kita..dan berpanjang lebar menyebutkan kelemahan kita.
Kita Harus Pelajari Itu Mendirikan Perusahaan...
Kita Bukan Orang Bodoh..Kita Di DIDIK Berjiwa Pemberontak..........SALAH ITU SALAH....BENAR ITU KEBENARAN........DAN BERINOVASI UNTUK KEBENARAN
Kita Mampu...........
Cita-Cita Besarku mampu menjadi Besar dari Rintisanku....
Kita Konsep Besar.......Misi Kita...
Kita Targetkan..............Waktu untuk Lebarkan Pangsa Pasar..
Kita Jadi Ecek2 Dulu dengan Modal Baik..
Semoga Baik .........Untuk Kearah Perubahan Terbaik.

Senin, 26 Desember 2011

PRESENTASI LAPORAN PRODUK TATA RUANG

 Detik-Detik Presentasi..
Produk yang telah Jadi..siap untuk diPublish.........
Pranata Ruang Siap Menjadi Saksi Suksesor Presentasi.....

SLIDE PRESENTASI-TOOL PRESENTASI-PRESENTATOR-AUDIENCE-PRANATA RUANGAN

Presentasi produk produk tata ruang merupakan bagian terpenting dari sebuah proses perencanaan yang telah kita buat, untuk dipublish ke publik.
Presentasi laporan PWK selalu identik dengan jumlah halaman slide yang begitu banyak (puluhan -ratusan slide). Jadiketidak efektifan suatu slide akan sangat menyita waktu sesingkat dalam satu waktu itu. Presentasi itu, hanya sekali, tak ada ceritanya menguilangi sesuatu. Penentuan sukses tidaknya suatu proses yang lama yang telah dikerjaakan oleh suatu tim, sebaik apa pun kerjaan suatu tim....Hanya dan hanya akan ditentukan dalam beberapa menit...bukan jam.
Presentasi laporan yang terdiri dari begitu banyak substansi bahasan. Jika kita masukkan semua bahasan dalam presentasi/slide.....gaka akan kuat anda berbica di depan audience dengan lugas dan tetap terjaga levelnya....
Kita saat jadi presenter kita tidak sendiri saudara.,ada audience yang menuntut kita mereka itu paham,dan mampu mengkritisi apa yang kita sampaikan.

Substansi MAIN bahasan laporan suatu dokumen perencanaan secara detail sebgai berikut :
1.Historis Suatu wilayah Perencanaan
2.Kondisi Eksisting wilayah Perencanaan
3.Rencana Kedepan wilayah Perencanaan

Dari beberapa referensi buku terkait bagaimana untuk menciptakan presentasi yang memukau adalah konsep 10/20/30 = 10 slide, 20 menit, dan 30 ukuran hurufnya......
Mungkinkan Slide presentasi kita memenuhi Konsep Ideal.
Apakah kita membutuhkan suatu instrumen/Tool dalam presentasi selain Power Point...

Bagaimana kita mapu membuat alur cerita dalam presentasi jika lau pesentasi satu tema bahasan kita terdiri dari beberapa slide...?
Saya masih berfikir bagaimana sih sebenarnya mengemas Presentasi Untuk Sutu Produk Perencanaan...Yang Informatif.

Kamis, 15 Desember 2011

REKOMENDASIKAN TANDA TANYA DUNIA PERENCANAAN...........???

1.Apa Perencanaan?
Jawab :
2.Apakah ada pendekatan yang tepat pada dunia perencanaan Tata Ruang di Negeri ini?
Jawab :
3.Bagaimana cara mengidentifikasi Potensi dan Permasalahan suatu wilayah dalam Tata Rung?
Jawab :
4.Bagaimana mengemas Potensi dan Permasalahan menjadi suatu Landasan Pengembangan Suatu Wilayah?
Jawab :
5.Bagaimana Melakukan Analisa yang inovativ dalam pembuatan Tata Ruang?
Jawab:
6.Bagaimana proses analisis dan proses merencanakan yang bener dalam membuat peta rencana Pola Ruang?
Jawab:

7.Bagaimana proses analisis dan proses merencanakan yang bener dalam membuat peta rencana Struktur Ruang ?
Jawab:

PENERAPAN FAHAM KONSEP PENATAAN RUANG DI NEGERI KU INDONESIA

Substansi Penulisan:
1.Fenomena Plesiran Sebagai Referensi Adaptif dalam Pengembangan Pembangunan di Indonesia
2.Bagaimana Mengkolaborasikan Faham Pelesiran dengan Kearifan Lokal Indonesia?
3.Faham Konsep Penataan Ruang di Negeriku yang Ku Pilih

UNDER CONSTRUCTION..

SIMPUL JARINGAN DATA SPASIAL DAERAH

Pembangunan infrastruktur data spasial mempunyai dasar hukum yang lebih kuat dengan diterbitkannya Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 85 Tahun 2007, tentang Jaringan Data Spasial Nasional (JDSN). Menindaklanjuti implementasi JDSN, Pemerintah Propinsi Jawa Timur telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 23 Tahun 2010 tentang Simpul Jaringan Data Spasial Daerah Provinsi Jawa Timur. Pengeluaran peraturan – peraturan tersebut, di latarbelakangi kondisi data spasial yang belum terstruktur.
Permasalahan riil kondisi data spasial di Provinsi Jawa Timur adalah inconsitsensi peta dasar (basemap), yang berdampak pada konflik spasial (batas administrasi suatu wilayah) dan missing data, serta belum optimalnya data spasial pengumpulan data-data lama khususnya sebagai dasar dalam perencanaan. Detail permasalahan data spasial yang timbul diantaranya adalah:
1. Standar Nasional - Tidak seragamnya informasi geografis yang dihasilkan oleh organisasi - organisasi penghasil data, yang disebabkan oleh perbedaan dalam menentukan klasifikasi, kodifikasi, proyeksi informasi geografis dan tidak tersedianya peta dasar digital yang secara formal disepakati untuk dipakai sebagai acuan dalam memproduksi peta-peta lainnya. Permasalahan ini kemudian menyebabkan informasi geografis yang dibuat oleh suatu organisasi tidak dapat dimanfaatkan oleh organisasi lainnya.
2. Metadata – Tidak adanya informasi yang menjelaskan kondisi suatu data spasial (metadata), sehingga menimbulkan keraguan atas kebenaran informasi yang terkandung didalamnya yang berujung pada keraguan untuk memanfaatkan data spasial itu sendiri.
3. Duplikasi kegiatan - Tidak adanya informasi mengenai keberadaan data yang dapat dimanfaatkan bersama, mendorong masing masing instansi menyediakan/membuat kebutuhan data sendiri sendiri.
4. Ego institusi – Meningkatnya kemampuan dalam menyediakan perlengkapan dan pengoperasian GIS menjadikan institusi tersebut mandiri dan menimbulkan ego institusi karena kebergantungan terhadap institusi lain menjadi tidak ada. Hal ini menjadikan institusi bersangkutan membuat data untuk keperluan internal institusi semata dan meniadakan kemungkinan instansi lain untuk memanfaatkan
5. Data sharing - Terhambatnya pemanfaatan data bersama yang disebabkan oleh adanya hambatan dalam peraturan dan birokrasi.
Permasalahan - permasalahan tersebut akan bermuara pada tidak efektifnya dalam optimalisasi pemanfaaatan potensi sumber daya alam di Jawa Timur dan penanganan permasalahan sumber daya alam di Jawa Timur. Oleh karena itu, langkah awal yang dapat dilakukan adalah merintis pembangunan simpul jaringan data spasial melalui tahap menstrukturkan, mentransparansikan, dan mengintregasikan data spasial yang ada atau yang akan dibuat dalam Simpul Jaringan Data Spasial Daerah Jawa Timur.Terkait urgensi dari keberadaan basisdata dalam GIS, maka Pembangunan Simpul Jaringan Data Spasial Daerah Jawa Timur dilaksanakan melalui koordinasi dan kerjasama SKPD di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur.

FAHAM SIAPA YANG PATUT DIANUT DALAM TATA RUANG DI NEGERI INONESIA?

UPGRADE PRODUK TATA RUANG

Substansi Penulisan 
1. fenomena Kondisi Eksisting Produk Tata Ruang
2. Trend Sistem Informasi IT dengan Produk Tata Ruang
3. Inovasi Para Planner dalam Mewujudkan Sustainable Produk Tata Ruang

Produk Tata Ruang lebih familiar didokumentasikan dalam buku tebal. Ketebalan suatu dokumen tak selamanya akan berisi suatu informasi yang sifatnya sustainable. Informasi yang ada dalam dokumen buku yang tebal terkait  tata ruang berisikan suatu informasi potensi ,permasalahan, kondisi eksisting suatu wilayah, analisa sistematik,dan sutu konsep , dan rencana-rencana kedepan dalam pengembagan dan pembangunan suatu wilayah secara terkonsep. Tujuan utama dalam merencanakan suatu wilayah adalah perjalanan proses perencanaan, bukan hanya sekedar rencana titipan yang sifatnya temporer tanpa mengedepankan Sustainable Development. 

Alangkah disanyakan suatu produk dari hasil dan proses analisa dan perencanaan yang matang hanya akan menjadi suatu tumpukan arsip tak tersentuh oleh public. apa guna nya kita merencanakan yang mengedepankan aspek sustainable, toh ternyata dokumen kita tak sustainable.
aspek kecil dan sangat berharga dalam perubahan tapi tak  pernah terwujud perubahan berarti dalam tata ruang. 

Amat sangat miris jika kita melihat  dan membandingkan percepatan perubahan dari Sistem Informasi khususnya IT (Teknologi). Teknologi sangat cepat merespon perubahan dari perubahan dan pola hidup manusia yang sifatnya dinamis. IT mampu menarik dan membuat seseorang /konsumen mengikuti life style dari hasil produk IT.Kesamaan produk tata ruang dan produk IT adalah sama2 produk keluaran suatu produksi.Sedangkan perbedaan amat sangat mencolok adalah inovasi, inovasi produk tata ruang lambat dan stagnan dalam perubahan jaman,kalau IT sudah tak usah dijabarkanlagi, pasti semua tau.

Salam Planner Sekalian.VIVAT.......

haruskah kita akan disepelkan dan tak mau melakukan upgrade tata ruang. Kapan lagi kita akan berubah kalau tidak sekarang. Orang2 binis aja menganjurkan yao bergerak dan langkahkan kaki kalian menuju perubahan. tantang itu resiko untuk perubahan. Mari berinovasi menuju perubahan.ormalitas produk tata ruang membutuhkan suatu penyajian yang harus melakukan inovasi. 

Saat masa- kuliah seorang planner juga dibekali SISTEM INFORMASI PERENCANAAN. artinya apa?
Jika kita mereferensi kearah SIP. Tentu seorang perencana juga akan berfikir perencanaan informasi seperti apa yang akan kita rencanakan. Bukan hanya berfikir output BUKU. Alangkah Sustainablenya, jikalau ada keluaran output yang ber wujud SIISTEM INFORMASI PERENCANAAN.


Senin, 25 Juli 2011

Menuju Rencana Tata Ruang Perkotaan Ke Rencana Tata Lansekap Kota yang Sustainable

Perkembangan perkotaan khususnya di kota-kota besar yang sangat cepat dengan ditandai semakin ruwet dan padatnya kota oleh bangunan tinggi pencakar langit dan semilir hawa panas udara jalanan, semakin pelik membuat kebijakan tata ruang pasif sebagai instrumen sebagai acuan dalam perkembangan kota.

Adanya kegagalan suatu rencana tata ruang seiring perkembangan kota yang telah mengalami degradasi fungsi dikhawatirkan akan mati (kawasan mati) dan ditinggalkan oleh penduduknya. hal ini kan ironis,tentu adanya suatu kesalahan penerapan rencananya, khususnya yang megatakan rencana kita sudah mengadopsi "Sustainable Development".

Pendetailan pada Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan harus tetap harus mampu menjadi percontohan susksesnya rencana. Jangan hanya visualisasi 3D dari Koridor tanpa Realisasi Yang Sustainable. Seperti halnya Rencana Tata lanskap kota amat sangat penting jikalau mengarah pada usaha pro Green, maka dalam tata landskap kota harus selektif dalam penataan. Pertimbangan yang harus dipertimbangkan dari penataan landskap jika menjunjung "teori Sustainable Development".

Satu contoh: Tata landskap jalan protokol,tak sembarangan dalam pemilihan tanaman (RTH) tidak hanya unsur estetik,tapi juga unsur ekologi dan unsur sosial. Misal Mahoni khususnya mampu mereduksi Timbal sebagai tingginya aktivitas kendaraan bermotor.Konsep green building atau bangunan ramah lingkungan berkontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro dengan penghematan air dan energi serta penggunaan energi terbarukan, STOP AC Kawan. Dengan mengedepankan unsur sustainable,maka diharapkan iklim mikro yang nyaman pada kawan perencanaan terealisasi.

Coretan Ngelantur : Bercita-cita Pro "Sustainable Development"

Kamis, 07 Juli 2011

Ayo Adopsi Climate Change dalam Dokumen Tata Ruang !

Ayo Adopsi Climate Change dalam Dokumen Tata Ruang !

1. Permasalahan Lemahnya dan Lambatnya  Tata Ruang Kita dalam Proses Perencanaan
Temuan permasalahan dokumen tata ruang saat ini yang beredar , deskriptif dan tinjauan kedepan terkait dampak Climate Change yang akhir2 ini telah menjadi suatu hal serius. Peristiwa Climate change harus masuk dalam narasi fakta, analisa, ataupun rencana tata ruang. Selama ini semboyan perencanaan adalah Sustainable Development yang mengedepankan keseimbangan ekologi ekonomi, dan soisal dalam lingkaran teoritir. Konsep Sustainable Development apa memang sudah menjadi dasar langkah perencanaan sebelum menjadi dokumen Laporan Akhir. Integrasi komponen dari sustainable development  masih berjalan sendiri untuk mengedepankan perencanaaan lurus (to the point) bukan perencanaan melingkar dari komponen keseimbangan.
 
Ada Satu pembelajaran menarik dari summary perencanaan Tata Ruang di Luar Negeri Kita, yaitu London Inggris ("  The City of London Comunity Stategy 2004 - 2014), dalam setiap  visi perencanaan kedepan suatu hal selalu megedepankan 3 unsur penting : yaitu impact of climate change, contribution to sustainability, dan contribution to equal oppoertunities/accesbility. dari ketiga unsur itu , maka tujuan perencanaan diarahkan kearah perencanaan yang sehat bagi lingkup lokal dan dunia (bumi).
 

Ayo kawan perencana kota, saatnya kita reinovasi proses perencanaan Tata Ruang. Saatnya buat hal gila dengan tujuan sehat untuk bumi dan kota kita . Kita tak ingi Tata Ruang Kita hanya menjadi dokumen yang hanya mementingkan surplus ekonomi tanpa di imbangi  surplus ekologi.

Dalam dunia perencanaan saat ini, isu dan strategi perencanaan seharusnya sudah berfikir jauh kedepan aarti penting perencanaan bagi dunia (bumi) bukan hanya kepentingan lokal. 

Ayo Adopsi Climate Change dalam Dokumen Tata Ruang !
Thanks.