Senin, 25 Juli 2011

Menuju Rencana Tata Ruang Perkotaan Ke Rencana Tata Lansekap Kota yang Sustainable

Perkembangan perkotaan khususnya di kota-kota besar yang sangat cepat dengan ditandai semakin ruwet dan padatnya kota oleh bangunan tinggi pencakar langit dan semilir hawa panas udara jalanan, semakin pelik membuat kebijakan tata ruang pasif sebagai instrumen sebagai acuan dalam perkembangan kota.

Adanya kegagalan suatu rencana tata ruang seiring perkembangan kota yang telah mengalami degradasi fungsi dikhawatirkan akan mati (kawasan mati) dan ditinggalkan oleh penduduknya. hal ini kan ironis,tentu adanya suatu kesalahan penerapan rencananya, khususnya yang megatakan rencana kita sudah mengadopsi "Sustainable Development".

Pendetailan pada Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan harus tetap harus mampu menjadi percontohan susksesnya rencana. Jangan hanya visualisasi 3D dari Koridor tanpa Realisasi Yang Sustainable. Seperti halnya Rencana Tata lanskap kota amat sangat penting jikalau mengarah pada usaha pro Green, maka dalam tata landskap kota harus selektif dalam penataan. Pertimbangan yang harus dipertimbangkan dari penataan landskap jika menjunjung "teori Sustainable Development".

Satu contoh: Tata landskap jalan protokol,tak sembarangan dalam pemilihan tanaman (RTH) tidak hanya unsur estetik,tapi juga unsur ekologi dan unsur sosial. Misal Mahoni khususnya mampu mereduksi Timbal sebagai tingginya aktivitas kendaraan bermotor.Konsep green building atau bangunan ramah lingkungan berkontribusi menahan laju pemanasan global dengan membenahi iklim mikro dengan penghematan air dan energi serta penggunaan energi terbarukan, STOP AC Kawan. Dengan mengedepankan unsur sustainable,maka diharapkan iklim mikro yang nyaman pada kawan perencanaan terealisasi.

Coretan Ngelantur : Bercita-cita Pro "Sustainable Development"

Kamis, 07 Juli 2011

Ayo Adopsi Climate Change dalam Dokumen Tata Ruang !

Ayo Adopsi Climate Change dalam Dokumen Tata Ruang !

1. Permasalahan Lemahnya dan Lambatnya  Tata Ruang Kita dalam Proses Perencanaan
Temuan permasalahan dokumen tata ruang saat ini yang beredar , deskriptif dan tinjauan kedepan terkait dampak Climate Change yang akhir2 ini telah menjadi suatu hal serius. Peristiwa Climate change harus masuk dalam narasi fakta, analisa, ataupun rencana tata ruang. Selama ini semboyan perencanaan adalah Sustainable Development yang mengedepankan keseimbangan ekologi ekonomi, dan soisal dalam lingkaran teoritir. Konsep Sustainable Development apa memang sudah menjadi dasar langkah perencanaan sebelum menjadi dokumen Laporan Akhir. Integrasi komponen dari sustainable development  masih berjalan sendiri untuk mengedepankan perencanaaan lurus (to the point) bukan perencanaan melingkar dari komponen keseimbangan.
 
Ada Satu pembelajaran menarik dari summary perencanaan Tata Ruang di Luar Negeri Kita, yaitu London Inggris ("  The City of London Comunity Stategy 2004 - 2014), dalam setiap  visi perencanaan kedepan suatu hal selalu megedepankan 3 unsur penting : yaitu impact of climate change, contribution to sustainability, dan contribution to equal oppoertunities/accesbility. dari ketiga unsur itu , maka tujuan perencanaan diarahkan kearah perencanaan yang sehat bagi lingkup lokal dan dunia (bumi).
 

Ayo kawan perencana kota, saatnya kita reinovasi proses perencanaan Tata Ruang. Saatnya buat hal gila dengan tujuan sehat untuk bumi dan kota kita . Kita tak ingi Tata Ruang Kita hanya menjadi dokumen yang hanya mementingkan surplus ekonomi tanpa di imbangi  surplus ekologi.

Dalam dunia perencanaan saat ini, isu dan strategi perencanaan seharusnya sudah berfikir jauh kedepan aarti penting perencanaan bagi dunia (bumi) bukan hanya kepentingan lokal. 

Ayo Adopsi Climate Change dalam Dokumen Tata Ruang !
Thanks.